SOPPENG, 12 Agustus 2026 — Demplot tanaman padi yang berada di Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, memasuki masa panen. Lahan pertanian yang menjadi lokasi demplot tersebut memiliki luas sekitar 1,4 hektare dan menggunakan Pupuk Biotani dalam proses budidayanya.
Panen kali ini menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya. Berdasarkan keterangan Andi Dile, selaku penggarap sawah, hasil panen tahun lalu hanya mencapai sekitar 33 karung.
Sementara pada panen 12 Agustus 2026, hasil yang berhasil dicapai meningkat menjadi 61 karung, dengan rata-rata berat setiap karung sekitar 110 kilogram. Jika dikalkulasikan, total hasil panen mencapai sekitar 6.710 kilogram atau 6,71 ton.
“Tahun lalu hasilnya hanya sekitar 33 karung. Sekarang setelah menggunakan Pupuk Biotani, hasil panen mencapai 61 karung,” ungkap Andi Dile.
Hasil tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan demplot karena memperlihatkan peningkatan produksi dibandingkan hasil panen sebelumnya. Demplot ini sekaligus menjadi kesempatan bagi petani sekitar untuk melihat secara langsung penerapan pemupukan pada tanaman padi.
Meski berlangsung pada musim kemarau, budidaya padi di lahan tersebut tetap dapat berjalan karena masih tersedia sumber air dari sungai. Air kemudian dialirkan ke area persawahan dengan memanfaatkan pompa air sehingga kebutuhan pengairan tanaman tetap terpenuhi.
Panen demplot Jennae diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi petani di sekitar Jennae dan wilayah Kabupaten Soppeng, khususnya dalam penerapan teknologi pemupukan serta pengelolaan lahan dan pengairan pada musim kemarau.
Hasil panen 61 karung dengan rata-rata 110 kilogram per karung, atau sekitar 6,71 ton, menjadi catatan menarik untuk terus dikaji dan dibandingkan, terutama dari sisi produktivitas, biaya budidaya, kondisi lahan, penggunaan pupuk, serta ketersediaan air.
(Takbir)









