Pabrik Overkapasitas, Petani Sawit Luwu Utara Terancam Rugi
Luwu Utara — Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara mengeluhkan hasil panen mereka yang tidak terserap oleh pabrik akibat kondisi overkapasitas dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut, di antaranya PT Perkebunan Nusantara XIV, PT Kasmar Matano Persada, serta PT Jasa Agro Sawit dilaporkan sementara tidak menerima pasokan tandan buah segar (TBS).
Kondisi ini menyebabkan hasil panen petani tertahan di kebun. Padahal, sebagian besar masyarakat setempat menggantungkan penghasilan utama dari sektor kelapa sawit. Jika tidak segera diolah, kualitas TBS berpotensi menurun dan berdampak langsung pada kerugian petani.
Selain persoalan serapan, petani juga mengeluhkan anjloknya harga sawit. Saat ini harga TBS tercatat turun menjadi Rp2.350 per kilogram dari sebelumnya Rp2.500 per kilogram.
Salah seorang petani mengungkapkan bahwa penghentian sementara penerimaan sawit oleh pabrik sudah berlangsung beberapa hari.
“Sudah beberapa hari pabrik tidak terima sawit, jadi kami terpaksa menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Situasi ini terjadi seiring meningkatnya produksi panen, yang tidak diimbangi dengan kapasitas pengolahan pabrik. Akibatnya, terjadi penumpukan hasil panen di tingkat petani.
Para petani berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait, baik melalui penambahan kapasitas pabrik, pembukaan kembali penerimaan TBS, maupun pengaturan distribusi ke pabrik lain, agar hasil panen dapat terserap dan harga kembali stabil.








