Demplot tanaman padi varietas Inpari yang berlokasi di Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, tepatnya di sekitar kawasan Wisata Telaga Biru, menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan.
Lahan percontohan milik Hamsah Lawise tersebut tampak subur dan kini telah memasuki fase pembentukan bulir padi.Di tengah kondisi musim kemarau, pertumbuhan tanaman tetap terjaga berkat ketersediaan air dari sumur bor yang didukung pompa dinamo celup.
Selain itu, penggunaan Pupuk Biotani Plus turut mendukung pertumbuhan tanaman sehingga terlihat sehat, hijau, dan berkembang dengan baik.Pembimbing Demplot Desa Lempong, B. Diang, S.P., menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya padi tidak hanya bergantung pada penggunaan pupuk, tetapi juga pada penerapan teknis budidaya yang benar.
Menurutnya, penggunaan Pupuk Biotani Plus harus memperhatikan beberapa prinsip utama, yaitu tepat waktu, tepat dosis, tepat cara aplikasi, serta menggunakan alat yang tepat.Beliau juga menekankan bahwa tangki semprot yang digunakan harus benar-benar bersih dan tidak pernah digunakan untuk menyemprot herbisida atau racun rumput agar tidak meninggalkan residu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Selain itu, benih yang digunakan harus berasal dari varietas unggul berlabel, serta ketersediaan air harus tetap terjaga selama masa pertumbuhan tanaman.Kondisi demplot yang kini telah mulai berbuah menjadi harapan besar bagi para petani di Desa Lempong. Keberhasilan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknik budidaya yang baik, didukung pengelolaan air yang memadai dan penggunaan Pupuk Biotani Plus sesuai anjuran, mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi meskipun berada pada musim kemarau.
Melalui demplot ini, diharapkan semakin banyak petani di Kecamatan Bola dan Kabupaten Wajo yang terdorong untuk menerapkan budidaya padi yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.








